oleh

Tipidkor Satreskrim Polres Lampung Utara Limpahkan Tersangka & P21 Ke Kejaksaan.

-HUKRIM-5.126 views

FFI”Lampung Utara||Dana Desa dan Alokasi Dana Desa sumber APBN/APBD Lampung Utara sayogianya untuk pembangunan pemerataan di seluruh Desa.

Namun sebaliknya berbanding terbalik terkadang di simpangkang oleh oknum yang tidak bertanggung.

Seperti di katehui beberapa bulan silam Polres Lampung Utara,mengamankan oknum Kades Wayn Melan Kecamatan Kotabumi Selatan ,di duga telah merugikan keuangan Negara.

Pada hari ini,Unit Tipidkor Satuan Reskrim Polres Lampung Utara limpahkan perkara tahap II ke Kejaksaan Negeri Kotabumi dan telah menyerahkan satu orang tersangka beserta barang bukti.

Baca juga -->  Polres Lampung Utara gelar Konferensi pers ungkap kasus Curat kerugian 150 juta rupiah

Atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa pada tahun anggaran 2018,Selasa (5/10/2021).

Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail,S.H., S.I.K.,M.I.K,melalui Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama ,mengatakan berkas tersangka sudah di nyatakan lengkap (P21) oleh JPU.

Selanjutnya kami telah melimpahkan satu orang tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kotabumi ,”ungkap AKP Eko Rendi.

Baca juga -->  Berhasil Ungkap Curas / Curamor " Dua Hari Jabat Panit II Res Polsek Bukit Kemuning

Lanjut Rendi,tersangka berinisial RK (38 Th) merupakan Kepala Desa (Non aktif) Way Melan Kabupaten Lampung Utara.

Adapun modus korupsi yang di lakukan tersangka yaitu”dengan cara menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018 .Yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak dapat untuk di pertanggung jawabkan oleh pelaku,dengan nilai kerugian hampir mencapai 200 juta rupiah.

Baca juga -->  Memasuki Tahap Penyidikan Dugaan Penyimpangan Dana PNPM-MPd 1,3-M

Tersangka RK di jerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Th 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Th 2001″Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun ,”timpalnya.

Lebih lanjut untuk masa penahanan dan proses selanjutnya menjadi kewenangan pihak Kejaksaan Kotabumi,”tandas Rendi, (red)

News Feed