oleh

Pengembalian Kerugian Keuangan Negara : Tidak Mengpuskan Status Hukum.

-OPINI-5.083 views

FFI”Lampung Utara||Menindaklanjuti pada pemberitaan sebelumnya,terkait dengan dugaan penyimpangan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

“Di Desa Suka Sari Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara,terhitung sejak Tahun Anggaran 2017 sampai tahun 2020.

Menurut Inspektorat Lampung Utara Hi.M Erwinsyah,yang di wakili oleh Pelaksana Tugas Irbankhsus “Agus” saat di jumpai tim media ini, menanggapi bahwa terkait hal tersebut.

Silakan untuk di buatkan laporan secara tertulis ke Inspektorat Lampung Utara,” katanya,Senin di ruangan kerjanya,5/10/ 2021.

Di singgung,sejauh mana di ketahuinya” proses di kejaksaan,bahwasanya terduga Kepala Desa Suka Sari,sudah di periksa Kejaksaan Negeri Kotabumi Lampung Utara.

Agus mengatakan,sejauh ini,saya juga belum mengetahui persis perkembangan.

Baca juga -->  Wakil Ketua DPRD-LU : Proyek PEN LU, Menimbulkan Gaduh Sebaiknya Dibatalkan.

“Proses pemeriksaan di kejaksaan Negeri Lampung Utara,terkait pemeriksaan Kades Suka Sari,”ujarnya.

Namun menurut Agus,sebaiknya kalaupun memang ada unsur penyimpangan Dana Desa dan Alokasi Dana di Desa Suka Sari.

Agus menyarankan,kepada media agar dapat untuk segera menbuat Laporan Pengaduan kembali,di sertai dengan bukti-bukti pendukung.

Selanjutnya akan saya koordinasi dengan Pimpinan agar di tindaklanjuti dan di lakukan pemeriksaan terhadap oknum Kades di maksud,”tandas Agus.

Di ketahui sebelumnya,Oknum Kades Suka Sari,sudah bulak balik di periksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Kotabumi.

Menurut dari hasil informasi Oknum Kades ,telah mengakui sudah di periksa oleh Inspektorat Lampung Utara.

Baca juga -->  GEMPAL Vs FISDATAMA : Menyerahkan Hibah Lansung Satu Unit Bentor Ke DLH Pemkab Lampung Utara

Dari pengakuan dia-red oknum kades,bahwa Operasional Dana Karang Taruna 16,(enam belas juta) memang belum tersalur.

Untuk saat ini sudah di kembalikan ke Kas Desa oleh Kades Suka Sari ,” kata sumber.

Selanjutnya informasi berikutnya terkait dengan insentif Guru Ngaji, yang juga belum tersalur oleh Oknum Kepala Desa Suka Sari,

Maka dari dua persoalan tersebut,hasil tim media bahwa,Dana Operasional telah di berikan kepada Ketua Karang Taruna yang baru senilai 6,-(enam juta rupiah).

“Sementara sisanya senilai 10,-(sepuluh juta rupiah) belum di ketahui secara jelas.

Demikian juga Insentif Guru Ngaji baru di berikan Oknum Kades Suka Sari kepada masing-masing bersangkutan.

Baca juga -->  Disenyalir Oknum Kepala Sribandung Palsukan Nama TPK Dipapan Informasi Kegiatan.

Melalui,Ketua Kelompok Guru Ngaji Desa Suka Sari senilai 7,-tuju juta rupiah, pada tahun 2021.

Melihat kronologis tersebut benar adanya dugaan kuat telah terjadi penyimpangan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa oleh Oknum Kades Suka Sari.

Di kutip dari penjelasan pasal 4 UU 31/ 1999 dijelaskan sebagai berikut dalam hal pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana di maksud dalam Pasal 2 dan pasal 3 telah memenuhi unsur-unsur.

Maka pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara,tidak menghapuskan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut.

Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara hanya merupakan salah satu faktor yang meringankan,”(Tim/Red).

News Feed