oleh

Diduga Tiga Akun FB Menyebarkan Berita Bohong ” Akan Dipolisikan.

-HUKRIM-5.985 views

Caption : Wawancara Kades Terpilih Tanjung Riang Meriyanto Akan Polisikan Tiga Akun FB Pencemaran Nama Baik Di Sosial Media FB.

Lampung Utara||Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada hari Rabu 8 Desember 2021.Di Kabupaten Lampung Utara dalam keadaan sejuk aman nyaman damai kondusif.

Namun beda pasca dari Pilkades pada 9 Desember 2021 telah di ciderai , di nodai oleh seorang pemilik akun Sosial Media FB Amrie Agustaf/Akun FB Mely Hidayah dan Akun FB Dirwan Holik,ketiga akun FB tersebut Tim Sukses Nomor Urut 1.

Telah memposting atas tuduhannya kepada Meriyanto Kepala Desa terpilih , meraih kemenangan dengan cara money politik.

Kemudian tudingan Amrie Agustaf,seakan -akan mencari pembenaran,dengan cara mewawancarai seorang warga setempat bernama Candra Gunawan.


Photo : Pembuat Video Diduga Hoax Selaku Nara Sumber.

Wawancara tersebut, membangun narasi seolah-olah benar Candra Gunawan , telah menerima uang dari Meriyanto Kepala Desa Tanjung Riang yang terpilih.

Postingan Akun FB Amrie Agustaf tersebut menandai Sahira dan 30 tiga puluh pemilik akun FB lainnya.

Dengan mengunggah video berdurasi 24 detik pada hari Kamis 9 Desember 2021, di sosial media (FB) akun milik dia-red Amrie Agustaf salah satu tim Sukses Cakades No Urut 1 bernama Dahirin.

Baca juga -->  Pelaku Pembunuhan Di Bukit Kemuning Berhasil Di Amankan Polisi.

Selanjutnya akun FB Merie Agustaf juga menuliskan tulisan di akun miliknya ” pesta pora menghamburkan uang atas Euforia kemenangan,yang bermasalah dan politik uang,calon Kades Desa Tanjung Riang Kecamatan Tanjung Raja ,” tulis pemilik Akun Amrie Agustaf.

Viralnya video yang di unggah pemilik akun FB Amrie Agustaf tersebut membuat gram publik .” Sementara Meriyanto Kepala Desa terpilih yang merasa telah di rugikan , akan melaporkan perbuatan pemilik akun FB Amrie Agustaf dan kedua akun FB Lainnya bersama Nara sumber yang membuat berita bohong,di Polres Lampung Utara .” Ungkap Meriyanto,pada hari Jum’at , 10/12/2021.

Meriyanto, menjelaskan bahwa saya tidak pernah memberikan uang kepada siapa pun apa lagi dengan Candra Gunawan , terkait dengan Pemilihan Kepala Desa di Desa Tanjung Riang , apa lagi ada tudingan di sosial media FB saya sudah pesta pora Euforia menggambarkan uang, video yang mereka unggah saudara kita senang dan saya membagikan permen bukan uang ,” Tegas Meriyanto.

Baca juga -->  Polda Lampung Telah Menyelamatkan 100.300 Orang ,Dari Peredaran Narkotika

Dengan kejadian ini,sangat saya sesalkan kepada Tim Suksesnya dari No Urut 1 yang telah melakukan hujatan dan pencemaran nama baik ,menyebarkan berita bohong di sosial media FB .” Oleh sebab itu saya akan menyerahkan persoalan ini kepada Aparat Penegak Hukum APH di Wilayah Hukum Polres Lampung Utara ,” tandasnya.

Penelusuran media ini terkait pembenaran dari isi Video amatir di FB yang di unggah Amrie Agustaf”Salah satu sumber dalam Video tersebut yakni Candra Gunawan.

Saat di temui awak media di kediamannya, terkait apa yang di sampaikan Candra Gunawan dalam video tersebut.

Dia-red mengakui benar bahwa Meriyanto benar telah memberinya uang sebesar 500,-(lima ratus ribu rupiah) pada tanggal 9 November 2021.

Saat di pertanyakan , cara Meriyanto menberikan uang bagaimana dengan kamu .” Menurut Candra,ini uang kamu 500,-(lima ratus ribu rupiah) gitu aja.”

Apakah Meriyanto,menyebutkan saat itu menberikan uang,pilih saya nanti Nomor urut 2 ” Tidak berbicara seperti itu” Kata Candra dengan tim media.

Disinggung lagi ada tidak saksi atau bukti petunjuk untuk menguatkan Meriyanto telah memberikan sama kamu .” Tanya wartawan dengan Candra, menurut dia-red tidak ada saksi,kata Candra Gunawan.

Baca juga -->  Menyerahkan Diri Like Spisialis Pencurian Kendaraan Motor.

Terkait apa yang sudah di perbuat Akun FB Amrie Agustaf dapat di duga melanggar UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE Pasal 45 Ayat (3) Menyebutkan Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan
atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana di maksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Seterusnya Pasal 45A UU/2016 ITE (1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang dapat mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000. 000.000,00 (satu miliar rupiah).

Penulis : (Tim/Red)

News Feed